Senin, 07 Juli 2008

Tapanuli Selatan Guide | Sumatera Utara | Indonesia

Tapanuli Selatan Guide | Sumatera Utara | Indonesia

Beberapa Info tentang Tapanuli Selatan, Pariwisata008 dapat dari tapselkab.go.id, Selamat Membaca :


Potensi Pariwisata

Potensi Pariwisata di Tapanuli Selatan sangat beragam namun selam ini belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi itu adalah Danau Siais yang merupakan danau terbesar kedua setelah Danau Toba di Sumatera Utara (Kompas, 17 Des 2005). Danau Siais yang sudah lama membisu menyimpan keindahan yang tidak kalah dengan panorama Danau Toba.


"Danau ini sudah lama dilupakan. Kegiatan pramuka ini merupakan langkah awal membuka mata orang dan memancing perhatian masyarakat ke danau Siais. Ke depan, kita akan mengelola kawasan ini sebagai objek wisata dan menjadi bumi perkemahan pramuka. Tentu saja prosesnya tidak mudah dan harus dilakukan tahap demi tahap. Infrastruktur jalan harus dibenahi dahulu. Tapi saya yakin, pekerjaan ini adalah pekerjaan mulia, dan semua pihak akan mendukungnya." ungkap Bupati Tapanuli Selatan Ongku P Hasibuan saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan pramuka se-Sumatera Utara di Danau Siais pada bulan Oktober 2006. Sebagai tindak lanjut pengembangan kawasan Danau Siais, sedang dirancang Rencana Tata Ruang Danau Siais sebagai Master Plan pengembangan wilayah tersebut.,

Untuk mencapai Danau Siais bisa ditempuh dari jalan utama Padangsidimpuan - Sibolga. Simpang menuju Danau Siais akan ditemukan sebelah kiri dari arah Padangsidimpuan, persis sebelum jembatan Batang Toru memasuki kawasan PTPN III. Jarak tempuh sekitar 74 km dari kota Padangsidimpuan. Desa yang berbatasan dengan danau namanya desa Rianiate. Desa ini memiliki keajaiban dengan adanya ribuan ekor ikan Jurong ( TOR SP ) liar yang langka yang terdapat di sungai kecil di pinggir desa. Rata-rata ikan memiliki berat 1 kg dengan panjang ± 50 cm. Namun ikan-ikan tersebut tidak pernah dikonsumsi oleh masyarakat, karena diyakini dapat membawa malapetaka. Konon, sekitar tahun 1940an, ikan itu dulunya dilepas seorang syekh yang berasal dari Tabuyung, sebuah desa di pesisir barat Tapsel yang tinggal di mesjid dekat sungai tersebut. karena sedih melihat sungai yang kotor padahal akan dipergunakan untuk berwudhu’. Jadilah ia menebar ikan jurong di sungai tersebut sebagai pembersih agar airnya dapat digunakan untuk berwudhu’. Ikan-ikan tersebut terus berkembang dan hingga kini ikan-ikan tersebut masih tetap ada dan menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Tapanuli Selatan.



Sekian dari Pariwisata008, semoga dapat membantu.

Tidak ada komentar: